Suasana pembukaan BIK SD Muhida Kelas 2. (Tagar.co/Mirza Putera Bhaskara) BIK Muhida mengajak 186 siswa kelas 2 belajar adab Islami melalui praktik langsung, mulai dari tertib di masjid hingga makan
Raka Qowiyul Ibad sedang menguji murid Kelas Tahfiz SD Muhida Sidoarjo, Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 144 siswa kelas 1-5 tahfiz mengikuti kegiatan ini sebagai asesmen tengah semester bagi kelas tahfiz.
Tagar.co – SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (SD Muhida) mengadakan Daurah 1 untuk memutqinkan hafalan Al-Qur’an siswa.
Kegiatan berlangsung pada Jumat-Sabtu (11-12/09/2026).
Sebanyak 144 siswa kelas 1-5 tahfiz mengikuti kegiatan tersebut. SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo rutin menggelar daurah setiap tahun.
Sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai asesmen tengah semester bagi kelas tahfiz. Pada asesmen tersebut, siswa mengejar target hafalan seperempat juz sesuai target masing-masing kelas.
Kegiatan diawali dengan salat berjemaah. Siswa mendapat kesempatan menjadi muazin dalam pelaksanaan salat tersebut.
Setelah itu, Kepala SD Muhida Moh. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd., membuka kegiatan.
Ia menyampaikan pesan kepada siswa agar mengikuti daurah dengan sungguh-sungguh.
“Tujuan daurah ini untuk memutqinkan hafalan. Anak-anak harus fokus menghafal, bukan fokus pada temannya,” ujarnya.
Saifullah juga mengingatkan siswa agar menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat terbaik.
Menurutnya, siswa perlu membawa kecintaan kepada Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Teman kalian adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sahabat terbaik yang harus dibawa ke mana-mana,” katanya.
Ia kemudian menutup sambutannya dengan doa. “Semoga kalian mendapatkan rahmat Allah,” ucapnya.
Target Hafalan Berbeda Setiap Jenjang
Setiap jenjang memiliki target hafalan yang berbeda dalam Daurah 1. Kelas 1 menghafalkan surah An-Naba sampai At-Takwir.
Sementara itu, kelas 2 menghafalkan surah Al-Mulk sampai Al-Haqqah. Kelas 3 mendapat materi surah Al-Mujadalah dan Al-Hasyr.
Kemudian, kelas 4 menghafalkan surah Al-Baqarah ayat 1-37. Adapun kelas 5 menghafalkan surah Al-Baqarah ayat 142-181.

Sekolah membagi siswa menjadi lima kelompok pada setiap kelas. Setiap kelompok beranggotakan siswa dan mendapat pendampingan satu penguji.
Siswa maju satu per satu di hadapan penguji. Penguji kemudian menyimak dan menilai hafalan setiap siswa.
Penilaian menggunakan kategori dari mumtaz hingga naqish. Penguji menilai kualitas hafalan berdasarkan kefasihan atau fashahah serta penerapan tajwid.
Selain menguji hafalan, kegiatan juga membentuk kebiasaan Islami dalam keseharian. Siswa belajar adab masuk dan keluar masjid.
Mereka juga mempraktikkan adab makan dan minum. Selain itu, siswa mengikuti salat berjemaah dan mempelajari adab ketika berada di masjid.
Bermalam, Qiyamul Lail, dan Murajaah
Khusus siswa kelas 3-5, kegiatan Daurah 1 berlangsung dengan bermalam di sekolah. Rangkaian kegiatan tidak berhenti setelah sesi pengujian hafalan.
Para siswa mengikuti qiyamul lail dan kultum. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan dengan murajaah bersama hingga menjelang pagi.
Sakhi Hafizah Hasna Yusuf, siswa kelas 5 Abu, mengaku gugup ketika mengikuti penyimakan hafalan.
Meski demikian, ia merasa senang dapat mengikuti Daurah 1. Baginya, kegiatan murajaah, makan bersama, dan waktu istirahat menjadi pengalaman berkesan.
Menurut Sakhi, daurah juga menjadi kesempatan untuk melatih sekaligus memotivasi dirinya. Ia ingin terus menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an.
Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan teman-temannya. Dukungan mereka membantu Sakhi menjalani proses menghafal Al-Qur’an.
Sementara itu, Nina Yaroh, orang tua Sakhi, membagikan kiat mendampingi putrinya menghafal Al-Qur’an.
Baca juga Siswa Kelas 1 SD Muhida Praktik Profesi di KidZania
“Saya ingatkan, menghafal harus berniat ikhlas karena Allah. Menghafal bukan soal cepat atau lambat, tetapi bertahan dan menikmati proses,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya istiqamah dalam murajaah. Menurutnya, siswa dapat memulainya sedikit demi sedikit, bahkan ayat demi ayat.
“Terakhir, Al-Qur’an juga nanti yang akan menolong kita di akhirat,” tambahnya.
Nina menyebut menjaga hafalan menjadi tantangan dalam mendampingi putrinya. Karena itu, ia menekankan pentingnya melakukan murajaah secara rutin.
Ia juga mendoakan seluruh siswa kelas tahfiz SD Muhida. Ia berharap mereka menjadi penghafal Al-Qur’an yang mutqin dan ikhlas karena Allah.
Selain itu, Nina berharap para siswa istikamah bersama Al-Qur’an. Ia juga berharap mereka berakhlak sesuai tuntunan Al-Qur’an.
Lebih jauh, ia berharap siswa mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (#)
Jurnalis Dewi Islamidina Syamsul Penyunting Naimul Hajar





