IPM Kids Muhida menggelar LDKS perdana di Smamda Sidoarjo (Tagar.co/Nusa) Selama dua hari kader IPM Kids SD Muhida belajar kepemimpinan, organisasi, dan mengasah kekompakan melalui materi serta permainan interaktif. Tagar.
Suasana pembukaan BIK SD Muhida Kelas 2. (Tagar.co/Mirza Putera Bhaskara)
BIK Muhida mengajak 186 siswa kelas 2 belajar adab Islami melalui praktik langsung, mulai dari tertib di masjid hingga makan bersama.
Tagar.co – Menanamkan adab Islami membutuhkan pembiasaan sejak dini. Karena itu, SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (SD Muhida) menggelar Bina Iman dan Keislaman (BIK), Jumat (30/10/2026).
Sebanyak 186 siswa kelas 2 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka belajar mempraktikkan ibadah sekaligus membiasakan perilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Tertib di Masjid
Kegiatan BIK mulai pukul 14.45 dengan absensi siswa. Selanjutnya, seluruh peserta menuju Masjid Al Falah untuk melaksanakan salat Asar berjamaah.
Baca juga:Â IPM Kids Muhida Gelar LDKS, Dua Hari Latihan Jadi Pemimpin
Sebelum memasuki masjid, para pembimbing BIK berjajar menyambut siswa. Mereka membimbing anak-anak melafalkan doa masuk masjid. Selain itu, pembimbing mengingatkan siswa agar mendahulukan kaki kanan.
Salat Asar berjamaah berlangsung tertib dengan Ustaz Virdaus sebagai imam. Setelah salat, Virdaus mengajarkan yel-yel tentang adab berbicara.
“Berbicara cukup didengar yang diajak bicara,” ujarnya sembari memberikan isyarat.
Selanjutnya, Kepala SD Muhida Moh. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd menyampaikan sambutan. Ia mengapresiasi ketertiban siswa selama mengikuti salat berjamaah.
“Alhamdulillah bisa bertemu dengan anak kelas 2 yang hebat di masjid. Salatnya alhamdulillah sudah tertib semua. Di mana pun masjidnya harus tertib,” pesannya kepada anak-anak.
Saifullah juga berharap seluruh siswa mengikuti kegiatan BIK dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan agar mereka mempraktikkan setiap pembelajaran, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga di rumah.
“Siapa yang salatnya jamaah di rumah? Siapa yang salatnya cepat-cepat di rumah?” tanyanya kepada siswa..
Kemudian, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban di masjid. “Kalau di masjid tidak boleh lari-lari, masuk dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri. Jangan berebut kalau masuk masjid,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar siswa meletakkan alas kaki pada tempatnya. Selain itu, mereka harus menjadi anak yang tertib dan patuh kepada bapak serta ibu guru.
Sebelum memulai kegiatan, Saifullah mengajak seluruh siswa menata niat mengikuti BIK. Mereka kemudian mengucapkan basmalah bersama.
“Semoga Allah merahmati kalian, semoga Allah merahmati kegiatan ini,” tutupnya.
Praktik Adab Islami
Materi BIK kelas 2 mencakup tiga poin penting. Pertama, tata cara berwudhu yang benar. Kedua, gerakan salat yang benar. Ketiga, pembiasaan perilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan tersebut meliputi antre, makan dan minum sambil duduk, serta bersikap sopan dan santun kepada guru maupun teman. Siswa juga belajar meletakkan alas kaki pada tempatnya.
Untuk mengevaluasi perkembangan siswa, setiap pembimbing melakukan penilaian secara langsung. Kaur Al Islam menunjuk guru pembimbing yang bertugas mengamati setiap praktik anak.
Saat siswa mempraktikkan materi, pembimbing mencatat hasil pengamatan. Selanjutnya, mereka melaporkan hasil penilaian melalui Muhida Smart Card.
Dengan demikian, sekolah dapat mengevaluasi perkembangan praktik ibadah dan adab setiap siswa.
Belajar Sambil Makan
Selain belajar ibadah dan adab, BIK juga menghadirkan kegiatan makan soto bersama. Anak-anak tampak menikmati semangkuk soto, kerupuk, dan es jeruk yang tersedia di setiap meja kantin.
Suasana makan bersama menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan kebiasaan Islami. Setelah selesai makan, mereka mengembalikan peralatan makan ke tempat piring kotor.

Selanjutnya, anak-anak bersiap menuju masjid untuk melaksanakan salat Isya berjamaah. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan murajaah bersama Juz 30.
Kali ini, siswa membaca Surah Abasa dan At-Takwir. Mereka tampak antusias mengikuti murajaah, sambung ayat, serta melanjutkan ayat yang pembimbing baca secara acak.
Antusiasme Peserta
Kesan menyenangkan mengikuti kegiatan BIK juga dirasakan Aleeya Rayhana Putrilamata, siswi kelas 2 Khalid. Ia mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“BIK-nya seru, aku pengen ikut BIK lagi,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 20.15. Sebelum pulang, seluruh siswa berdoa bersama dan bersiap meninggalkan sekolah.
Sementara itu, para orang tua sudah menunggu di depan kelas masing-masing untuk menjemput putra-putrinya. Melalui BIK, siswa tidak hanya belajar tata cara beribadah. Mereka juga mempraktikkan adab Islami, mulai dari menjaga ketertiban di masjid hingga membiasakan diri tertib saat makan. (#)
Jurnalis Dewi Islamidina Syamsul Penyunting Mahyuddin Syaifulloh





