Kaur Kurikulum SD Muhida Sufianti, S.Pd.SD., M.Pd., kanan, membuka kegiatan Asistensi Mengajar Mahasiswa Umsida. (Tagar.co/Henny Rahmawati)

Tagar. co – Asistensi Mengajar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berlangsung di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida).

Program ini memberi kesempatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (10/9/2026) pukul 09.40 WIB. Mahasiswa akan mengikuti program asistensi selama empat bulan dengan pendampingan guru pamong dan dosen pembimbing lapangan.

Kepala Urusan Kurikulum SD Muhida, Mufida Sufianti, S.Pd.SD., M.Pd., membuka kegiatan dengan mengajak mahasiswa memperkenalkan diri. Mereka kemudian menyampaikan kesan awal setelah mengamati lingkungan sekolah.

Mahasiswa Umsida yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Rafly Isya Ardiansyah, Fashihur Romza, Nova Monica, Chalimatus Hawa Azzahro, Nurul Maulidiyah, Riza Nabila Azzahra, dan Yuanicha Fatma Apriliyanti.

Asistensi Mengajar Mahasiswa Amati Kegiatan Sekolah

Perwakilan mahasiswa, Chalimatus Hawa Azzahro, mengungkapkan kekagumannya terhadap penerapan smart card dalam proses pembelajaran di SD Muhida.

Selain itu, Hawa mengamati aktivitas siswa di perpustakaan. Menurutnya, siswa sempat berebut buku dan membuat suasana cukup ramai. Namun mereka kembali ke kelas secara bersamaan setelah mendengar instruksi untuk masuk.

“Anak-anak SD Muhida jauh lebih kondusif dibandingkan dengan anak-anak lain di tempat kami praktik dulu,” ujar Hawa.

Setelah perkenalan, Kaur Kurikulum Mufida menanyakan alasan mahasiswa memilih SD Muhida. Sebagian mahasiswa menyebut jarak sekolah yang dekat dengan tempat tinggal sebagai pertimbangan.

Sementara itu, Rafly Isya Ardiansyah memiliki alasan berbeda. Ia memilih sekolah tersebut setelah mendengar cerita menarik dari seorang teman.

Namun teman yang mengajaknya justru tidak jadi mengikuti program. Cerita itu kemudian mencairkan suasana pertemuan di ruang kepala sekolah.

Empat Bulan dengan Guru Pamong

Kepala SD Muhida, Moch. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd., menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar terbuka selama mengikuti program asistensi.

Menurut Saifullah, setiap sekolah tentu memiliki kekurangan. Karena itu mahasiswa dipersilakan menyampaikan temuan selama menjalankan kegiatan.

“Di semua tempat pasti ada kekurangannya. Jika mas dan mbak mahasiswa menemukan kekurangan selama melakukan kegiatan asistensi di sini, sampaikan langsung kepada kami,” kata Saifullah.

Ia berharap masukan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah. Dengan demikian, sekolah dapat terus melakukan perbaikan.

Sebaliknya, Saifullah juga meminta mahasiswa menyampaikan kepada masyarakat jika menemukan hal-hal positif selama mengikuti asistensi.

“Jika mas dan mbak mahasiswa menemui kebaikan selama melakukan tugas asistensi, itu berkah dari Allah Swt. Silakan sampaikan kepada khalayak ramai,” lanjutnya.

Selanjutnya, mahasiswa berkenalan dengan guru pamong yang akan mendampingi mereka. Guru tersebut berasal dari sejumlah jenjang kelas.

Guru kelas satu, Henny Ratmawati, akan mendampingi mahasiswa. Kemudian kelas dua didampingi Nurul Huda dan Lies Amalia Rosyidah.

Sementara itu, Nasyiatul Mufarohah menjadi guru kelas tiga. Ita Sofihana dan Mukmin Mukhlis mendampingi kelas empat. Adapun kelas lima didampingi Abdullah Makhrus.

Pada dua bulan pertama, mahasiswa akan melakukan observasi kegiatan belajar mengajar bersama guru pamong. Setelah itu, program berlanjut pada pendampingan kegiatan mengajar.

Mahasiswa juga akan memperoleh kesempatan membuat media pembelajaran digital. Media tersebut nantinya digunakan untuk mendukung aktivitas belajar siswa di kelas.

Program ini sekaligus memberi pengalaman kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Selain pengalaman praktik, mahasiswa juga memperoleh pengakuan akademik melalui konversi SKS dari kampus.

Dosen pembimbing lapangan, Vanda Rezania, M.Pd., akan mendampingi proses program dari pihak Umsida.

Menurutnya dengan Asistensi Mengajar, mahasiswa PGSD Umsida diharapkan dapat memperkuat wawasan dan keterampilan mengajar. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadapi dunia pendidikan setelah menyelesaikan studi. (#)

Jurnalis Henny Rahmawati  Penyunting Yekti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Related Posts