Suasana pembukaan BIK SD Muhida Kelas 2. (Tagar.co/Mirza Putera Bhaskara) BIK Muhida mengajak 186 siswa kelas 2 belajar adab Islami melalui praktik langsung, mulai dari tertib di masjid hingga makan
7 anak Formatur terpilih di Pemilu IPM Kids Muhida 2026, Selasa 1/9/2026 (Tagar.co/Henny Rahmawati)
Tagar.co – Pemilu IPM Kids SD Muhida (SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo) 2026 digelar Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.
Sebanyak 100 guru dan karyawan serta 111 siswa menyalurkan hak pilih dalam pemilihan tersebut. Melalui kegiatan ini, sekolah mengenalkan proses demokrasi sekaligus melatih kepemimpinan siswa sejak dini.
Tim TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) yang dibentuk pimpinan SD Muhida menyiapkan Pemilu selama dua pekan. Selama proses tersebut, panitia mempersiapkan berbagai kebutuhan pemilihan, termasuk sistem e-voting.
Kepala Urusan Kesiswaan SD Muhida Ummu Choiroh, SH, M.H., bertanggung jawab mengawal kegiatan. Ia mengawasi persiapan kepanitiaan hingga pelaksanaan pemungutan suara.
Menurut Ummu, Pemilu IPM Kids Muhida menjadi salah satu program sekolah untuk mengasah kemampuan public speaking dan kepemimpinan siswa.
“Ini salah satu program sekolah yang ditujukan untuk mengasah kemampuan siswa dalam public speaking dan kepemimpinan,” ujar Ummu.
Selain itu, panitia menggunakan sistem e-voting dalam proses pemilihan. Panitia menyiapkan lima bilik suara beserta perangkat elektronik pendukung.
“Kita akan lakukan e-voting dengan lima bilik suara lengkap dengan peralatan elektronik penunjang. Dengan begitu, proses pemilu berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin pilihan tepat waktu,” katanya.
Pemilih Pertama Ikuti Proses E-Voting
Pemilih pertama dalam Pemilu IPM Kids Muhida 2026 ialah Moch. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd. Setelah itu, guru dan karyawan yang tergabung dalam Tim TPPK mengikuti proses pemilihan.
Proses yang dilakukan Saifullah menjadi contoh bagi pemilih berikutnya. Setelah mengisi daftar hadir, pemilih melakukan tap kartu MSC. Selanjutnya, pemilih menuju bilik suara.
Di dalam bilik suara, pemilih menentukan tujuh kandidat formatur. Proses tersebut berlangsung menggunakan sistem e-voting yang telah disiapkan panitia.
Sementara itu, tiga tim peninjau dari Pimpinan Cabang IPM Sidoarjo turut memantau pelaksanaan pemilu. Kehadiran mereka memberikan perspektif terhadap proses pendidikan demokrasi yang berlangsung di sekolah.
Ipmawan Dzaky Dwi Fikri Saputra, utusan Pimpinan Cabang IPM Sidoarjo, melihat sejumlah siswa telah menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.
“Saya bisa melihat beberapa anak yang sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Saya percaya ini hasil dari IPM Kids yang menjadi wadah bagi adik-adik untuk keluar dari zona nyaman dan berani mencoba,” ujarnya.
Melatih Keberanian dan Kemampuan Berbicara
Hal senada disampaikan Raisya Kusuma Rahmalia. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu siswa mengasah kemampuan berbicara dan berpikir efektif.
Ia menilai siswa dapat belajar mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekolah. Setelah itu, mereka dapat mencari solusi melalui proses organisasi.
“Saya cukup kagum dengan kemampuan berbicara para calon formatur di depan umum. Ini juga mengenalkan konsep pemilu, pemungutan suara, dan hak pilih sejak dini,” katanya.
Namun, Raisya juga melihat tantangan dalam pemilihan yang melibatkan siswa sekolah dasar. Menurutnya, siswa dapat memilih berdasarkan popularitas atau penampilan, bukan kompetensi.
“Anak SD sering kali memilih berdasarkan popularitas atau fisik, bukan kompetensi. Namun, saya percaya dengan bimbingan bapak ibu guru, kegiatan pemilu dapat dilaksanakan lebih efektif,” ujarnya.
Selanjutnya, Fatiya Amalia Putri Purwahono dari Pimpinan Cabang IPM Sidoarjo menyoroti kemampuan para calon formatur saat menyampaikan visi dan misi.
Menurut Fatiya, para calon mampu menyampaikan orasi dengan baik. Mereka juga menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum yang cukup terlatih.
“Orasi visi dan misi yang mereka sampaikan sangat baik. Siswa yang melakukan orasi seperti sudah terlatih public speaking. Cara berbicara mereka di depan umum juga tertata dengan baik,” katanya.
Menurutnya, keberanian para calon formatur juga dapat memengaruhi siswa lain. Teman-teman mereka dapat terdorong untuk lebih percaya diri dan berani berbicara di depan umum.
Tujuh Formatur Terpilih di Pemilu IPM Kids
Pada pukul 12.00 WIB, proses Pemilu IPM Kids Muhida 2026 berakhir. Sebanyak 16 calon formatur kemudian menunggu proses pembukaan hasil suara.
Ketua TPPK, Muchammad Fachruddin, S.Pd., selanjutnya mengumumkan tujuh formatur terpilih. Mereka terdiri atas Abdul Jamal Abdunnashir, Belva Khanza Athiya, Lavanya Alindya Wijaya, Sealift Viona Andhara, Althaf Haidar Arshaka Nugraha, Earlytha Cheryl, dan Abid Fawwazi Daary.
Setelah itu, ketujuh formatur berdiskusi untuk menentukan ketua. Proses tersebut mendapat pendampingan dari Muchammad Fachruddin serta Ipmawan dan Ipmawati.
Hasil diskusi kemudian menetapkan Abdul Jamal Abdunnashir sebagai Ketua IPM Kids Muhida 2026.
Dalam sambutan pertamanya, Nashir menyampaikan pesan singkat kepada guru dan pendamping. Ia mengucapkan terima kasih sekaligus meminta arahan dalam menjalankan amanah.
“Terima kasih Allah Swt. Terima kasih Bapak Ibu guru yang sudah membimbing. Tolong bantu saya jika dalam keburukan dan arahkan saya selalu dalam kebaikan,” ujarnya.
Sambutan tersebut mendapat perhatian para guru yang hadir. Meski singkat, pesan Nashir menunjukkan kesadaran untuk menerima bimbingan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Di akhir kegiatan, Muchammad Fachruddin menyampaikan harapannya kepada seluruh anggota IPM Kids terpilih. Ia berharap organisasi tersebut tidak sekadar menjadi organisasi siswa.
Sebaliknya, IPM Kids Muhida diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan anak sejak dini.
“Semoga IPM Kids di SD Muhida tidak hanya menjadi sebuah organisasi. Namun, menjadi wadah untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan anak sejak dini,” ujarnya.
Fachruddin menegaskan bahwa Pemilu IPM Kids Muhida 2026 pun menjadi pengalaman awal bagi para siswa dalam mengenal demokrasi, organisasi, dan kepemimpinan.
Small Step, Big Impact. Dari tujuh formatur terpilih, perjalanan kepemimpinan anak-anak IPM Kids Muhida dimulai.
“Bismillah, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap langkah kebaikan,”pungkasnya. (#)
Jurnalis Henny Rahmawati Penyunting Yekti Pitoyo





