Suasana pembukaan BIK SD Muhida Kelas 2. (Tagar.co/Mirza Putera Bhaskara) BIK Muhida mengajak 186 siswa kelas 2 belajar adab Islami melalui praktik langsung, mulai dari tertib di masjid hingga makan
Siswa kelas 1 SD. Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo di lokasi Kidzania Surabaya (Tagar.co/Henny Rahmawati)
Tagar. co – Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 1 Pucanganom mengikuti outdoor learning di KidZania Surabaya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan anak-anak SD Muhida, sebutan keren sekolah itu, mengenalkan berbagai pekerjaan kepada siswa sejak dini melalui pengalaman belajar sambil bermain.
Sebanyak 188 siswa mengikuti kegiatan outdoor learning bersama 20 guru dan pendamping. Mereka berangkat menuju KidZania Surabaya menggunakan 12 mobil elf.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo, Moch. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd., melepas keberangkatan siswa pada pukul 07.30 WIB.
Baca juga : Saifullah Rochim Pimpin Kembali SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo
Dalam sambutannya, Saifullah meminta siswa memperhatikan arahan guru selama mengikuti kegiatan. Selain itu, ia mengingatkan siswa agar disiplin dan mengikuti kegiatan sesuai jadwal.
“Area Kota KidZania luas dan sangat menarik. Kalian bisa lupa waktu karena asyik bermain,” ujar Saifullah.
Karena itu, Saifullah meminta siswa tetap disiplin dan mengikuti seluruh kegiatan dengan serius. Ia juga mendoakan kegiatan tersebut berjalan lancar dan sukses.
Siswa Kelas 1 Belajar Mengenal Berbagai Profesi
Persiapan Outdoor Learning berlangsung sejak pekan kedua Agustus 2026. Para guru kelas 1 mendata berbagai kebutuhan kegiatan secara teliti.
Setelah berkoordinasi dengan para pengemudi, 12 mobil elf berangkat secara beriringan menuju KidZania Surabaya.
Sepanjang perjalanan, siswa bernyanyi dan bercerita bersama teman. Mereka juga menikmati makanan ringan yang dibawa dari rumah.
Ketua pelaksana, Maulida Oktavianti, S.Pd., memberikan arahan kepada guru dan pendamping selama kegiatan.
Sementara itu, Kaur Kurikulum SD Muhida, Mufida Sufianti, S.Pd., SD., M.Pd., mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Tempatnya sangat bagus. Kakak-kakak yang mendampingi semua stan juga sangat profesional,” kata Mufida.
Selain mendampingi siswa, Mufida membantu membagikan konsumsi. Ia juga memastikan siswa selesai makan dan membuang sampah pada tempatnya.
Menurut Mufida, kegiatan tersebut sekaligus melatih kemandirian siswa. Anak-anak menjalankan berbagai aktivitas dengan arahan guru.
Namun, Mufida mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk kegiatan berikutnya. Salah satunya terkait pendataan siswa dan guru pendamping pada setiap armada.
“Untuk tahun depan, persiapan harus lebih rapi dan rinci. Data siswa dan guru pendamping wajib ditempel di armada,” ujarnya.

Antusias Mencoba Profesi
Keseruan kegiatan semakin terasa ketika iringan drum band membuka acara. Selanjutnya siswa berkeliling memilih berbagai aktivitas profesi.
Salah satu kelompok memilih aktivitas menjadi penyiar radio. Kelompok tersebut terdiri atas Omar, Haidar, Damar, Daffa, Fawwas, dan Athar.
Anak-anak menyapa para pendamping dengan panggilan “Hai, Kak!” saat mengikuti aktivitas.
Damar sempat merasa gugup ketika akan mencoba profesi tersebut.
“Kak, aku deg-degan. Bagaimana nanti caranya menjadi seperti itu?” tanya Damar.
Pendamping kemudian menenangkan Damar dan menjelaskan, aktivitas yang akan mereka jalani. Setelah bekerja, peserta mendapat imbalan berupa 10 koin KidZania.
Sementara itu, rombongan kelas 1 Abu bersama Nurul Hulaemi, S.Pd., memilih beberapa stan profesi.
Anak-anak terlihat bingung memilih karena setiap stan menawarkan aktivitas menarik. Mereka dapat mencoba membuat mi instan, mengolah teh, hingga bernyanyi.
Selanjutnya, rombongan kelas 1 Umar bersama Maulida Oktavianti mencoba menaiki kereta api.
Sambil melambaikan tangan kepada teman-temannya, anak-anak mengajak mereka mengantre.
“Ayo, antre naik kereta,” kata mereka.
Annisa Sanum, siswa kelas 1 Utsman, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Ternyata seseru ini ya di Kota KidZania,” ujarnya.
Mencoba Menjadi Pemadam Kebakaran
Menjelang pukul 13.00 WIB, sebagian siswa masih ingin mencoba profesi lainnya. Adya, siswa kelas 1 Utsman, kemudian mengusulkan aktivitas pemadam kebakaran.
“Bu, ayo ke pemadam kebakaran,” kata Adya.
Sebanyak 11 anak mengikuti aktivitas tersebut. Mereka belajar memadamkan api dan menaiki mobil pemadam kebakaran.
Anak-anak semakin antusias ketika mendapat kesempatan menyemprotkan air untuk memadamkan api.
“Seru banget jadi pemadam,” teriak mereka.
Tak terasa, waktu kepulangan tiba. Para guru dan pendamping kemudian mengarahkan siswa menyelesaikan aktivitas.
Namun, hampir semua anak masih ingin bermain. Mereka ingin mencoba berbagai profesi lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal berbagai profesi. Mereka juga belajar mengantre, mengikuti aturan, bekerja sama, menjaga kebersihan, dan mandiri.
Guru dan pendamping mengawasi kegiatan dari tempat yang telah ditentukan. Sementara itu, siswa menjalankan aktivitas profesi secara langsung.
Outdoor Learning tersebut menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kemandirian dan kedisiplinan siswa sejak dini. Selain itu, pengalaman langsung dapat membantu siswa mengenal berbagai profesi. (#)
Jurnalis Henny Rahmawati Penyunting Yekti Pitoyo





