Peserta Amil Hamdalah praktik salat diamati oleh Burhanudin dari tim observer di acara upgrading wudu dan salat SD Muhida. (Tagar.co/Henny Ratmawati)

Upgrading wudu dan salat sesuai tarjih mendapat apresiasi dari guru dan karyawan SD Muhida. Lewat acara ini peserta paham landasan syariat ibadah. 

Tagar. co – SD Muhida (SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo) menggelar Upgrading Wudu dan Salat bagi guru dan karyawan pada Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menyamakan standar pelaksanaan wudu dan salat sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.

Sebanyak 110 guru dan karyawan mengikuti kegiatan yang dipandu Kepala Urusan Al-Islam, Fanana Firdausi.

Panitia membagi peserta dalam beberapa kelompok. Selanjutnya peserta menjalani praktik wudu dan salat dengan pengamatan langsung dari tim observer sekolah.

Kepala SD Muhida, Moch. Saifullah Rochim, menjelaskan, sekolah telah menetapkan program tersebut dalam Rapat Kerja 2026.

“Program upgrading wudu dan salat sebenarnya sudah lama kami rencanakan. Alhamdulillah, sekolah dapat melaksanakan kegiatan ini pada hari ini,” ujarnya.

Baca juga : Dari SD Muhida, Guru Diajak Menjaga Generasi

Saifullah menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi praktik ibadah guru dan karyawan. Selain itu, sekolah ingin menyamakan tata cara wudu dan salat sesuai tuntunan syariat Islam yang telah ditarjih dalam HPT Muhammadiyah.

“Dengan standar ibadah yang sama, guru dan karyawan mampu menjadi teladan yang konsisten. Siswa pun memperoleh contoh nyata dalam menjalankan ibadah yang benar,” katanya.

Upgrading Tingkatkan Kualitas Ibadah

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti praktik secara bergiliran. Observer mengamati gerakan, bacaan, serta kesesuaian tata cara ibadah setiap peserta.

Salah satu peserta, Amil Hamdalah, yang juga anggota PCM Sidoarjo menegaskan, dirinya mengikuti kegiatan sebagai kepatuhan terhadap aturan sekolah.

“Meski saya pimpinan di PCM, hari ini saya mengikuti upgrading sebagai pegawai di lingkungan Persyarikatan. Kegiatan ini menjadi kewajiban yang harus saya jalankan,” ujarnya.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Agung Pratikno, mengapresiasi program upgrading tersebut.

Menurutnya, sekolah perlu mengadakan kegiatan serupa secara berkala agar kualitas ibadah guru dan karyawan terus meningkat.

“Sebaiknya sekolah mengadakan kegiatan ini secara rutin. Selain itu, tim juga perlu segera menyampaikan hasil evaluasi kepada peserta sebagai bahan perbaikan,” katanya.

Guru baru SD Muhida, Nurfadilah, menyampaikan pendapat senada. Ia mengusulkan sekolah menambah jumlah observer agar peserta tidak terlalu lama menunggu giliran.

Sementara itu, Kepala Keuangan sekolah, Aufin Mayasari, menilai, kegiatan tersebut memberikan manfaat luas bagi guru dan karyawan.

“Ilmu dari upgrading ini dapat kami terapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi proses evaluasi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah,” ujarnya.

Karyawan sekolah, Moch. Vivin Alfiyadi, juga mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, upgrading membantu guru dan karyawan memperbaiki tata cara wudu dan salat, mulai dari gerakan hingga pelafalan doa.

Melalui kegiatan ini, SD Muhida, berharap seluruh guru dan karyawan memiliki pemahaman ibadah yang seragam sesuai tuntunan Muhammadiyah. Selain meningkatkan kualitas ibadah pribadi, sekolah juga memperkuat keteladanan guru dalam membentuk karakter religius peserta didik. (#)

Jurnalis Henny Ratmawati Penyunting Yekti Pitoyo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Related Posts