Suasana pembukaan BIK SD Muhida Kelas 2. (Tagar.co/Mirza Putera Bhaskara) BIK Muhida mengajak 186 siswa kelas 2 belajar adab Islami melalui praktik langsung, mulai dari tertib di masjid hingga makan
Presentasi Lesson Design SD Muhida, membangun kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi dalam pembelajaran (Tagar.co/Henny Ratmawati)
SD Muhida menggelar Workshop Lesson Design untuk mengembangkan empat kecakapan global melalui pembelajaran bermakna.
Tagar.co — Workshop Lesson Design menjadi langkah SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (SD Muhida ) dalam merancang pembelajaran bermakna.
Melalui workshop pada Sabtu (10/10/2026), para guru berkolaborasi mengembangkan empat kecakapan global, yaitu kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi.
Pembelajaran bermakna tidak sekadar menyampaikan materi dan membantu siswa memahami pengetahuan. Lebih dari itu, pembelajaran perlu menumbuhkan kecakapan yang mereka butuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu guru perlu merancang pembelajaran dengan tujuan yang jelas. Dalam penerapannya, guru mengembangkan empat kecakapan utama atau 4C, yakni creativity (kreativitas), communication (komunikasi), critical thinking (berpikir kritis), dan collaboration (kolaborasi).
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengembangkan kreativitas, menyampaikan gagasan, memecahkan masalah, serta bekerja sama.
Guru Kolaborasi Menyusun Lesson Design
Workshop Lesson Design di SD Muhida menjadi salah satu upaya mewujudkan pembelajaran bermakna. Dalam kegiatan ini, para guru menyusun desain pembelajaran menggunakan Taksonomi Solo.
Salah satu tantangan utama ialah menentukan fase extended abstract. Pada fase ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan pemahaman dan menerapkan konsep dalam konteks yang lebih luas.
Meskipun tahap tersebut menantang, para guru optimistis dapat menghasilkan desain pembelajaran terbaik melalui kolaborasi.
Kaur Kurikulum SD Muhida, Mufida Sufianti, S.Pd., M.Pd., menyiapkan kegiatan ini secara matang. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, workshop tersebut menjadi bagian dari persiapan open class yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026.
Persiapan kegiatan diawali dengan pembentukan komunitas belajar bagi guru paralel. Selanjutnya sekolah mengatur pertemuan bersama pemateri, Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., Sekretaris ALS PTMA Divisi Pemberdayaan Sekolah ALSI.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Moch. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd. Ia berharap workshop tersebut memberikan dampak positif bagi proses belajar siswa di kelas.
Setelah pembukaan, peserta membentuk kelompok berdasarkan rumpun mata pelajaran. Kelompok tersebut membahas materi Al-Islam, Bahasa Indonesia, IPAS, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Setiap kelompok kemudian menyusun desain pembelajaran sesuai arahan Nur Fauziyah. Para guru berdiskusi untuk menentukan tujuan, strategi, dan kecakapan global untuk pengembangkan pembelajaran.
Apresiasi Pemateri Perkuat Semangat Kolaborasi
Pada sesi presentasi, Nur Fauziyah memberikan apresiasi kepada kelompok guru Bahasa Indonesia.
“Belum pernah ada persiapan Lesson Design sebagus ini,” ungkap Nur Fauziyah.
Para peserta dan pimpinan sekolah menyambut pernyataan tersebut dengan tepuk tangan meriah. Apresiasi itu menambah semangat guru untuk terus mengembangkan desain pembelajaran yang berkualitas.
Koordinator kelompok belajar Bahasa Indonesia, Kurniati Syamsu, S.Pd., menjelaskan bahwa guru tidak dapat merancang pembelajaran bermakna seorang diri.
Choirul Muflikah, S.Pd., dari kelompok belajar Matematika menyampaikan pandangan serupa. Ia menjelaskan bahwa para guru berdiskusi dan berkolaborasi untuk menentukan fokus kecakapan global dalam setiap pembelajaran.
Diskusi tersebut telah berlangsung tiga kali pada setiap akhir pekan. Melalui pertemuan itu, para guru berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan mencari strategi pembelajaran yang tepat.
“Kami semua percaya bahwa melalui kolaborasi antarguru, kualitas pembelajaran dapat terus meningkat,” jelasnya.
Oleh karena itu, kolaborasi tidak hanya membantu guru menyelesaikan desain pembelajaran. Selain itu, kerja sama tersebut membuka ruang untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan strategi belajar yang aktif, menyenangkan, serta bermakna.
Pada akhir kegiatan, Kaur Humas SD Muhida Suhairi, M.Pd., memimpin doa penutup. Seluruh rangkaian workshop berakhir dengan ungkapan syukur kepada Allah Swt.
Melalui Workshop Lesson Design, SD Muhida berharap para guru semakin terampil merancang pembelajaran yang bermakna. Dengan kolaborasi yang kuat, empat kecakapan global bisa tumbuh dalam setiap proses belajar siswa.(#)
Jurnalis Henny Ratmawati Penyunting Yekti Pitoyo





