Suasana pembukaan BIK SD Muhida Kelas 2. (Tagar.co/Mirza Putera Bhaskara) BIK Muhida mengajak 186 siswa kelas 2 belajar adab Islami melalui praktik langsung, mulai dari tertib di masjid hingga makan
Outbound kelas 1 SD Muhida di Pacet Mini Park, Rabu 30/9/2026 (Tagar.co/Henny Ratmawati)
Sebanyak 180 siswa kelas 1 SD Muhida mengikuti outbound di Pacet Mini Park. Mereka belajar mandiri, bekerja sama, dan menghadapi rasa takut melalui beragam permainan edukatif.
Tagar.co — Outbound kelas 1 SD Muhida (SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo) menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi 180 siswa. Melalui berbagai permainan edukatif di Pacet Mini Park, Rabu (30/9/2026).
Di tempat itu siswa belajar mandiri, bekerja sama, dan menghadapi rasa takut lewat permainan.
Pagi itu guru dan siswa sudah berkumpul di Sport Center sekolah sejak pukul 06.00 WIB. Meski udara masih berkabut, suasana keberangkatan tampak penuh semangat. Setiap siswa juga menerima stiker penanda kelompok bus.
Kepala SD Muhida, Moch. Saifullah Rachim, S.E., M.Pd., melepas keberangkatan 180 siswa bersama 17 guru pendamping menuju Pacet Mini Park.
Dalam sambutannya, Saifullah berpesan agar siswa menjaga diri, bersikap sopan, mendengarkan arahan guru, dan membuang sampah pada tempatnya.
Ia juga mengajukan beberapa pertanyaan untuk membangkitkan semangat siswa.
“Apa kegiatan yang akan kalian lakukan?” tanya Saifullah.
“Outbound!” jawab anak-anak serempak.
Selanjutnya ia bertanya tentang lokasi kegiatan. Anak-anak kembali menjawab dengan lantang, “Di Pacet Mini Park!”
Suasana semakin meriah ketika Saifullah bertanya apakah mereka senang mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa siswa bahkan menjawab sambil berdiri.
“Senang, Pak!” seru mereka.
Jawaban itu menambah keceriaan suasana. Kemudian, Saifullah menutup sambutannya dan memberangkatkan rombongan dengan mengucapkan basmalah.
Outbound Menggembirakan
Penanggung jawab kegiatan, Ummu Choiroh, S.H., M.H., selaku Kepala Urusan Kesiswaan, terus berkoordinasi dengan seluruh guru.
Ia mengingatkan para pendamping agar memberikan perhatian penuh kepada siswa selama kegiatan berlangsung.
Meskipun tim pembina outbound turut mendampingi, seluruh guru tetap bertanggung jawab mengawasi siswa. Pengawasan ini berlaku selama permainan individu maupun kelompok.
Sementara itu perjalanan menuju Pacet Mini Park berlangsung penuh cerita. Anak-anak yang semula diperkirakan menikmati makanan ringan dari rumah justru sibuk bertanya tentang permainan yang akan mereka ikuti.
Keceriaan semakin terasa ketika Henny Ratmawati, pendamping bus 3, menjelaskan berbagai permainan. Siswa akan mencoba terompa raksasa, estafet air menggunakan gelas, mengendarai ATV, bowling, dan flying fox. Setelah itu, mereka juga akan berenang.
“Permainan kita sangat menantang, ya, Bu. Semoga aku nanti tidak takut flying fox,” kata Sofia, siswa kelas 1 Utsman.
Siswa kelas 1 International Class Program (ICP) yang duduk di barisan belakang juga menunjukkan rasa penasaran.
“Permainan flying fox-nya berapa meter tingginya, Miss? Dulu aku sudah pernah bermain flying fox di TK. Awalnya takut, tetapi ternyata seru sekali saat meluncur dari pohon yang tinggi,” tuturnya.
Pertanyaan dan cerita tersebut menunjukkan antusiasme siswa sebelum mencoba pengalaman baru.
Permainan Mengasyikkan
Setibanya di Pacet Mini Park, para pembina sudah menunggu dengan syal penanda kelompok. Selanjutnya, mereka mengajak siswa berbaris dan mengikuti gerakan senam bersama.
Gerakan lucu para pembina membuat anak-anak tertawa. Rasyid, siswa kelas 1 ICP, ikut berbaris bersama para pembina selama kegiatan senam. Tingkahnya turut menambah semarak suasana.
Setelah senam, siswa mulai mengikuti berbagai permainan. Para pembina mendampingi dan memberikan arahan dengan sabar. Dengan demikian, anak-anak dapat mencoba tantangan baru secara bertahap.
Bagi sebagian siswa perempuan, mengendarai ATV menjadi pengalaman yang menegangkan. Salah seorang siswa kelas 1 Abu mengungkapkan rasa gugupnya sebelum mencoba permainan tersebut.
“Bu, aku deg-degan mau naik motor ATV. Aku nanti pegangan kuat karena belum pernah naik motor seperti itu,” katanya.
Meski merasa takut, siswa tetap mendapat kesempatan untuk mencoba. Melalui pengalaman tersebut, mereka belajar membangun keberanian dan mengikuti arahan pendamping.
Waktu berjalan tanpa terasa. Sinar matahari menembus celah-celah daun jati, menandakan hari semakin siang. Sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan outbound memasuki sesi terakhir, yaitu berenang.
Suasana kolam renang pun semakin ramai. Anak-anak bermain air dengan gembira, terlebih ketika busa menyembur ke arah mereka.
Gelak tawa terdengar di antara siswa yang menikmati kegiatan tersebut.
Setelah berenang, guru membantu siswa membersihkan diri dan berganti pakaian.
Selanjutnya, mereka menunaikan salat Zuhur dengan jamak qasar, kemudian menikmati makan siang bersama.
Meskipun mengikuti berbagai permainan sejak pagi, anak-anak tetap tampak bersemangat. Mereka terus bercerita tentang pengalaman yang paling berkesan selama outbound.
Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi di luar sekolah. Sebaliknya, berbagai permainan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemandirian, membangun kerja sama, dan menghadapi rasa takut.
Melalui pendampingan guru dan pembina, siswa juga belajar mengikuti aturan, menjaga keselamatan diri, serta menghargai teman dalam kelompok.
Terima kasih kepada Allah SWT, seluruh guru, dan para pembina yang telah mendampingi kegiatan tersebut. Pengalaman di Pacet Mini Park menjadi bagian dari proses belajar siswa kelas 1 SD Muhida.
Sampai jumpa di kegiatan outbound tahun depan, dengan pengalaman baru dan keberanian yang terus tumbuh.(#)
Jurnalis Henny Ratmawati Penyunting Yekti Pitoyo





